Selasa, 04 November 2008

Budak dan Jiwa Bebas

Jiwa-jiwa yang bebas
Sekarang masih terbelenggu
Dan terikat dalam rantai kapitalis
Mereka sekarang sedang menunggu
Kapan datangnya para pembebas
Dalam suasana merah bercampur ungu
Para budak sedang tertindas

Tapi batinnya terus menderu
Jiwanya selalu memaksa lepas
Kini Kami para budak sedang mencari palu
Untuk memukul lonceng genderang keras
Biar terdengar hingga ke semua penjuru
Teriakan kebebasan biar meluas
Supaya para kapitalis tau
Jiwa-jiwa yang bebas
Dan kami para budak-budak bersatu
Ingin meruntuhkan tembok –tembokmu wahai para kapitalis.
By febry abrar.


Read More......

Di Saat

Banyak yang menyesal dikala senja
Ketika penyesalan begitu sia-sia untuk disesalkan
Banyak yang termenung di saat senja
Saat mengingat -ingat waktu
Yang terbuang dengan percuma
Tapi ada juga yang tersenyum di waktu senja
Sebab pada hari itu
Ia telah menghabiskan waktunya
Untuk sesuatu yang berguna
Dalam hari ini dan untuk esoknya
By Febry Abrar


Read More......